Pembuka

SELAMAT DATANG DI BLOG "Kang_Rudy.Com" SEMOGA DAPAT MENJADI INSPIRASI ANDA....!!!!

Minggu, 30 Maret 2014

5 Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

 

Keharmonisan adalah kata-kata terindah yang menjadi impian setiap pasangan insan manusia. Selaras dalam perjalanan hidup berdua mengarungi bahtera rumahtangga kan jadikan kuat ikatan dan rasa saling memiliki. Berikut ini sebuah tulisan yang sangat berharga dari ustadz Abu Ihsan Al-Atsari dalam bukunya

Kiat menjaga keharmonisan rumah tangga antara lain adalah sebagaimana penjabaran beikut :

1. Memperlakukan istri dengan baik merupakan perkara yang dianjurkan oleh syariat. Seorang suami wajib memperlakukan istrinya dengan baik serta banyak bersabar dan lapang dada dalam menghadapinya, apalagi jika usia si istri masih belia. Hal itu berdasarkan sebuah hadits riwayat ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ia berkata:

“Demi Allah, saya melihat Rasulullah berdiri di depan pintu kamarku sementara orang-orang Habasyah bermain-main tombak di masjid, Rasulullah menyitariku dengan selendangnya agar aku dapat menyaksikan permainan mereka dari balik telinga dan leher pundak beliau, beliau tidak beranjak sehingga aku puas dan beranjak dari situ. Beliau memperlakukanku sebagaimana seorang gadis muda belia yang masih senang permainan.” }Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (IX/255), Muslim (VI/183-184), An-Nasai (III/193-196), Ahmad (VI/166, 247) }
Hal itu berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
«أكمل المؤمنين إيماناً أحسنهم خلقاً، وخياركم خياركم لنسائكم».
“Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan yang terbaik diantara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya.”{Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi (IV/325), Ahmad (II/250, 472), Ibnu Hibban (1311, 1926) }
2. Pada suatu ketika ‘Aisyah ikut bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah lawatan. ‘Aisyah berkata: “Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah ! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan ternyata aku dapat mengungguli beliau. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga dalam kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan kali ini beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu !” {Hadits shahih riwayat Abu Dawud (VII/243), Ibnu Majah (I/610), Ahmad (VI/39, 264, 280) }
Masih dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkata kepadaku:
“Aku tahu kapan engkau senang padaku dan kapan engkau marah padaku”
“Dari mana engkau mengetahuinya?” tanya ‘Aisyah.
Rasul menjawab: “Jika engkau senang padaku maka engkau akan berkata: “Tidak, demi Rabb Muhammad! Sedang jika engkau marah padaku maka engkau akan engkau akan berkata: “Tidak, demi Rabb Ibrahim!”
“Benar, yang kuhindari hanyalah menyebut namamu!” aku ‘Aisyah. {Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (IX/325 & X/497), Muslim (XV/202-203), Ahmad (VI/61) dari jalur ‘Urwah dari ‘Aisyah}
3. Diantara bukti kesempurnaan iman adalah memberi nafkah kepada keluarga (anak dan istri). Tidak membiarkan mereka hingga terlantar tak terurus. Sebab hal itu merupakan kezhaliman yang sangat besar. Berdasarkan hadits Abdullah bin ‘Amr dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini: “Cukuplah seseorang menuai dosa apabila ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya (keluarganya).” { Hadits shahih riwayat Abu Dawud (II/132), Ahmad (II/160, 193, 195) }
4. Jika si suami seorang yang kikir terhadap anak dan istrinya, maka si istri boleh mengambil harta suaminya tanpa sepengetahuannya, dengan syarat harus digunakan secara baik, bukan untuk menghambur-hamburkannya sebab hal itu adalah kelaliman. Berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:
“Hindun Ummu Mu’awiyah mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya Abu Sufyan seorang suami yang kikir, apakah saya boleh mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya?” Rasulullah menjawab:
“Ambillah dari hartanya untuk memenuhi kebutuhanmu dan kebutuhan anak-anakmu dengan cara yang ma’ruf.” { Hadits shahih riwayat Al- Bukhari (IV/405 & V/107 & VII/141 & IX/504-507, 514, XI/525, XIII/138-139, 171), Muslim (XII/7-10), Abu Dawud (VII/290), An-Nasai (VIII/246-247), Ibnu Majah (2293) }
Beberapa orang yang tidak meneliti masalah ini dengan cermat berkata: “Hadits ini bertentangan dengan sabda nabi:
«أَدّ الأمانةَ إلى من إئتمنكَ، ولا تخنْ من خانكَ».
“Tunaikanlah amanah kepada orang yang mengamanahimu dan janganlah khianati orang yang mengkhianatimu.” { Hadits shahih riwayat Abu Dawud (3535), At-Tirmidzi (1264), Ad-Darimi (II/178), Al-Bukhari dalam Al-Kabir (II/2/360) }
Mengambil harta suami tanpa seizinnya merupakan khianat. Hal itu telah dilarang berdasarkan nash Al-Qur’an dan As-Sunnah.”
Kita jawab: “Masalahnya bukan sebagaimana yang mereka duga. Apa yang dimaksud oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits Hindun tidak sebagaimana yang beliau maksud dalam hadits di atas. Alim Ulama telah menyebutkan bahwa barangsiapa yang memiliki hak ditangan orang lain lalu ditahan oleh orang tersebut, maka ia boleh mengambil sesuatu dari harta orang tersebut sebagai pengganti haknya yang ditahan. Sebagaimana dimaklumi bahwa di rumah suami yang kikir tentunya tidak tersedia sandang pangan dan segala kebutuhan yang wajib disediakannya untuk anak dan istri. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memberi izin kepada Hindun untuk mengambil sekadar kebutuhannya dan anak-anaknya. Sementara hadits di atas (Tunaikanlah amanah………) maksudnya adalah tidak mengkhianati amanah setelah kebutuhannya dicukupi. Adapun mengambil sekadar kebutuhan, hal itu memang diizinkan oleh syariat. Oleh sebab itu, hadits Hindun tersebut tidaklah termasuk perkara yang dilarang dalam hadits terdahulu.” Wallahu a’lam.
5. Berpura-pura terhadap kaum wanita termasuk sikap seorang lelaki yang bijak. Kadang kala seorang lelaki menyembunyikan sesuatu yang apabila diungkapkannya terus terang kepada istrinya maka suasana akan bertambah kacau. Hal ini harus dimaklumi karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda:
«.. واستوصوا بالنساء خَيراً فإِنهنَّ خُلِقنَ من ضِلَع، وإنَّ أعْوَجَ شيءٍ في الضلَع أعلاه، فإِن ذَهبتَ تُقيمه كَسَرتَه، وإن تركتَهُ لم يَزَل أعوجَ، فاستَوصوا بالنساء خَيراً».
“Berbuat baiklah kepada kaum wanita. Sebab mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian atasnya. Jika engkau berusaha meluruskannya maka engkau akan mematahkannya, jika biarkan maka ia akan tetap bengkok. Maka dari itu berbuat baiklah kepada kaum wanita.” { Hadits shahih Al-Bukhari dan Muslim, At-Tirmidzi (I/223), Ad-Darimi (II/148), Ahmad (II/428, 449, 530) }
dikutip dari Bekal-bekal Menuju Pelaminan, Penerjemah: Abu Ihsan Al-Atsari,At-Tibyan Solo
( Anik Susilawati ) muslimahku-bidadariku.blogspot.com
SIAPA PUN yang telah mengikatkan diri dalam tali pernikahan tentunya menginginkan atmosfer rumah tangga yang harmonis. Maka yang harus dipikirkan pertama kali adalah bagaimana melakukan harmonisasi hubungan suami-istri. Menjaga keharmonisan pasangan suami-istri (pasutri) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi membutuhkan usaha dan pengorbanan.
Berikut ini adalah sepuluh tips mewujudkan keharmonisan pasutri, sebagaimana ditulis Wafaa‘ Muhammad, dalam kitabnya Kaifa Tushbihina Zaujah Rumansiyyah:
1. Berupaya saling mengenal dan memahami
Perbedaan lingkungan dan kondisi tempat suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan ragam selera, perilaku, dan sikap yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain. Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya. Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan.
2. Perasaan timbal-balik
Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan; satu ikatan suci yang mempertemukan keduanya. Tak pelak lagi, keduanya harus berbagi suka-duka; membagi kesedihan dan kegembiraan bersama. Keduanya saling berkelindan untuk menyongsong satu cita-cita luhur yaitu mewujudkan tatanan kehidupan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya. Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami.
…Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama…
3. Setiap pihak harus hormat
Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya. Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis. Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasutri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.
4. Berusaha menyenangkan pasangannya
Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.
5. Mengatasi persoalan bersama
Pernikahan merupakan bentuk relasi partnership dan partisipasi. Partnership yang berdiri di atas landasan kesamaan tujuan, cita-cita, sikap, intuisi dan perasaan, serta kolaborasi dan solidaritas dalam memecahkan setiap persoalan. Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, maka masalah itu dilihat sebagai suatu kecemasan kolektif.
…Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, harus dipandang sebagai suatu kecemasan kolektif…
Paradigma demikian memicu suami agar berusaha bekerja keras dalam rangka memberikan kehidupan mulia bagi istri dan anak-anaknya. Pun demikian, istri akan berusaha menjalankan urusan rumah tangga sesuai prosedur yang disepakati bersama. Upaya yang dilakukan oleh suami dan istri tersebut merupakan solusi untuk memecahkan masalah bersama. Pun demikian, baik suami maupun istri tidak perlu menyembunyikan problemnya, bahkan diperlukan kejujuran dan transparansi demi menumbuhkan benih-benih kepercayaan dan saling pengertian, sehingga mudah menemukan solusi. Bisa jadi, permasalahan memiliki dampak positif untuk meneguhkan ikatan suami-istri.
6. Sikap qana’ah
Di antara tanda keharmonisan cinta pasutri adalah sikap merasa puas dengan yang ada (qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Kelanjutan sikap manja, kebiasan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasutri. Sikap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamor yang digembar-gemborkan media publikasi sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik pasutri.
7. Sikap toleransi kedua belah pihak
Sungguh  sangat tidak logis jika setiap pihak mengharapkan perilaku ideal permanen dari pasangannya dalam hubungan rumah tangga, karena menurut tabiatnya, manusia kadang salah dan benar. Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya. Dia mungkin melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, dan mengulanginya tanpa disadarinya. Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.
…Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman…
Jika kita mencela segala hal, maka kita tidak akan menemukan sesuatu yang tidak kita cela. Melakukan kesalahan adalah hal lumrah yang hanya membutuhkan pelurusan, pengarah, dan petunjuk, yang dibarengi dengan sikap penyesalan dan keinginan untuk berubah lebih baik. Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman. Yakinlah bahwa seseorang tidak akan kehabisan cara yang sesuai untuk mengoreksi kesalahan dan penyimpangan pasangannya. Jalan terbaik dalam hal ini adalah nasihat yang tenang dan membuat pasangannya merasa bahwa hal itu adalah untuk kebaikan diri dan keluarganya.
8. Berterus-terang
Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.
9. Kepedulian dan solidaritas
Bagian fragmen terindah kehidupan rumah tangga adalah kepedulian dan solidaritas yang dilakoni suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran dan perjuangan luar biasa. Tatkala istri berdiri di samping suaminya, maka suami akan merasa kuat dan penuh percaya diri, begitu juga sebaliknya. Ketika istri atau suami merasakan bahwa pasangannya merasa kuat dan percaya diri, maka dia akan merasa jiwanya diliputi kedamaian dan ketenteraman. Sisi ini pada kenyataannya merupakan esensi pernikahan dan integrasi batin di antara kedua belah pihak.
10. Kearifan
Kearifan satu sama lain –hingga pada situasi yang paling suram— membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan. Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu. Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi keukeuh mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.
…masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi…
Ketika dia mundur dengan motif kearifan, maka dia berarti melenyapkan aroma konflik dan perselisihan. Namun jika sikap mau menang sendiri dan superioritas negatif menggantikan posisi kearifan, maka kedamaian dan kemapanan kehidupan rumah tangga akan tercederai. Jika demikian, tak heran jika masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi. [ganna pryadha/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/artikel/2010/07/10/7969/10-tips-keharmonisan-pasangan-suami-istri/#sthash.BmlTDn9M.dpuf
SIAPA PUN yang telah mengikatkan diri dalam tali pernikahan tentunya menginginkan atmosfer rumah tangga yang harmonis. Maka yang harus dipikirkan pertama kali adalah bagaimana melakukan harmonisasi hubungan suami-istri. Menjaga keharmonisan pasangan suami-istri (pasutri) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi membutuhkan usaha dan pengorbanan.
Berikut ini adalah sepuluh tips mewujudkan keharmonisan pasutri, sebagaimana ditulis Wafaa‘ Muhammad, dalam kitabnya Kaifa Tushbihina Zaujah Rumansiyyah:
1. Berupaya saling mengenal dan memahami
Perbedaan lingkungan dan kondisi tempat suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan ragam selera, perilaku, dan sikap yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain. Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya. Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan.
2. Perasaan timbal-balik
Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan; satu ikatan suci yang mempertemukan keduanya. Tak pelak lagi, keduanya harus berbagi suka-duka; membagi kesedihan dan kegembiraan bersama. Keduanya saling berkelindan untuk menyongsong satu cita-cita luhur yaitu mewujudkan tatanan kehidupan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya. Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami.
…Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama…
3. Setiap pihak harus hormat
Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya. Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis. Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasutri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.
4. Berusaha menyenangkan pasangannya
Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.
5. Mengatasi persoalan bersama
Pernikahan merupakan bentuk relasi partnership dan partisipasi. Partnership yang berdiri di atas landasan kesamaan tujuan, cita-cita, sikap, intuisi dan perasaan, serta kolaborasi dan solidaritas dalam memecahkan setiap persoalan. Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, maka masalah itu dilihat sebagai suatu kecemasan kolektif.
…Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, harus dipandang sebagai suatu kecemasan kolektif…
Paradigma demikian memicu suami agar berusaha bekerja keras dalam rangka memberikan kehidupan mulia bagi istri dan anak-anaknya. Pun demikian, istri akan berusaha menjalankan urusan rumah tangga sesuai prosedur yang disepakati bersama. Upaya yang dilakukan oleh suami dan istri tersebut merupakan solusi untuk memecahkan masalah bersama. Pun demikian, baik suami maupun istri tidak perlu menyembunyikan problemnya, bahkan diperlukan kejujuran dan transparansi demi menumbuhkan benih-benih kepercayaan dan saling pengertian, sehingga mudah menemukan solusi. Bisa jadi, permasalahan memiliki dampak positif untuk meneguhkan ikatan suami-istri.
6. Sikap qana’ah
Di antara tanda keharmonisan cinta pasutri adalah sikap merasa puas dengan yang ada (qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Kelanjutan sikap manja, kebiasan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasutri. Sikap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamor yang digembar-gemborkan media publikasi sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik pasutri.
7. Sikap toleransi kedua belah pihak
Sungguh  sangat tidak logis jika setiap pihak mengharapkan perilaku ideal permanen dari pasangannya dalam hubungan rumah tangga, karena menurut tabiatnya, manusia kadang salah dan benar. Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya. Dia mungkin melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, dan mengulanginya tanpa disadarinya. Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.
…Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman…
Jika kita mencela segala hal, maka kita tidak akan menemukan sesuatu yang tidak kita cela. Melakukan kesalahan adalah hal lumrah yang hanya membutuhkan pelurusan, pengarah, dan petunjuk, yang dibarengi dengan sikap penyesalan dan keinginan untuk berubah lebih baik. Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman. Yakinlah bahwa seseorang tidak akan kehabisan cara yang sesuai untuk mengoreksi kesalahan dan penyimpangan pasangannya. Jalan terbaik dalam hal ini adalah nasihat yang tenang dan membuat pasangannya merasa bahwa hal itu adalah untuk kebaikan diri dan keluarganya.
8. Berterus-terang
Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.
9. Kepedulian dan solidaritas
Bagian fragmen terindah kehidupan rumah tangga adalah kepedulian dan solidaritas yang dilakoni suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran dan perjuangan luar biasa. Tatkala istri berdiri di samping suaminya, maka suami akan merasa kuat dan penuh percaya diri, begitu juga sebaliknya. Ketika istri atau suami merasakan bahwa pasangannya merasa kuat dan percaya diri, maka dia akan merasa jiwanya diliputi kedamaian dan ketenteraman. Sisi ini pada kenyataannya merupakan esensi pernikahan dan integrasi batin di antara kedua belah pihak.
10. Kearifan
Kearifan satu sama lain –hingga pada situasi yang paling suram— membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan. Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu. Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi keukeuh mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.
…masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi…
Ketika dia mundur dengan motif kearifan, maka dia berarti melenyapkan aroma konflik dan perselisihan. Namun jika sikap mau menang sendiri dan superioritas negatif menggantikan posisi kearifan, maka kedamaian dan kemapanan kehidupan rumah tangga akan tercederai. Jika demikian, tak heran jika masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi. [ganna pryadha/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/artikel/2010/07/10/7969/10-tips-keharmonisan-pasangan-suami-istri/#sthash.BmlTDn9M.dpuf
SIAPA PUN yang telah mengikatkan diri dalam tali pernikahan tentunya menginginkan atmosfer rumah tangga yang harmonis. Maka yang harus dipikirkan pertama kali adalah bagaimana melakukan harmonisasi hubungan suami-istri. Menjaga keharmonisan pasangan suami-istri (pasutri) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi membutuhkan usaha dan pengorbanan.
Berikut ini adalah sepuluh tips mewujudkan keharmonisan pasutri, sebagaimana ditulis Wafaa‘ Muhammad, dalam kitabnya Kaifa Tushbihina Zaujah Rumansiyyah:
1. Berupaya saling mengenal dan memahami
Perbedaan lingkungan dan kondisi tempat suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan ragam selera, perilaku, dan sikap yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain. Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya. Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan.
2. Perasaan timbal-balik
Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan; satu ikatan suci yang mempertemukan keduanya. Tak pelak lagi, keduanya harus berbagi suka-duka; membagi kesedihan dan kegembiraan bersama. Keduanya saling berkelindan untuk menyongsong satu cita-cita luhur yaitu mewujudkan tatanan kehidupan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya. Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami.
…Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama…
3. Setiap pihak harus hormat
Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya. Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis. Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasutri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.
4. Berusaha menyenangkan pasangannya
Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.
5. Mengatasi persoalan bersama
Pernikahan merupakan bentuk relasi partnership dan partisipasi. Partnership yang berdiri di atas landasan kesamaan tujuan, cita-cita, sikap, intuisi dan perasaan, serta kolaborasi dan solidaritas dalam memecahkan setiap persoalan. Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, maka masalah itu dilihat sebagai suatu kecemasan kolektif.
…Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, harus dipandang sebagai suatu kecemasan kolektif…
Paradigma demikian memicu suami agar berusaha bekerja keras dalam rangka memberikan kehidupan mulia bagi istri dan anak-anaknya. Pun demikian, istri akan berusaha menjalankan urusan rumah tangga sesuai prosedur yang disepakati bersama. Upaya yang dilakukan oleh suami dan istri tersebut merupakan solusi untuk memecahkan masalah bersama. Pun demikian, baik suami maupun istri tidak perlu menyembunyikan problemnya, bahkan diperlukan kejujuran dan transparansi demi menumbuhkan benih-benih kepercayaan dan saling pengertian, sehingga mudah menemukan solusi. Bisa jadi, permasalahan memiliki dampak positif untuk meneguhkan ikatan suami-istri.
6. Sikap qana’ah
Di antara tanda keharmonisan cinta pasutri adalah sikap merasa puas dengan yang ada (qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Kelanjutan sikap manja, kebiasan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasutri. Sikap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamor yang digembar-gemborkan media publikasi sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik pasutri.
7. Sikap toleransi kedua belah pihak
Sungguh  sangat tidak logis jika setiap pihak mengharapkan perilaku ideal permanen dari pasangannya dalam hubungan rumah tangga, karena menurut tabiatnya, manusia kadang salah dan benar. Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya. Dia mungkin melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, dan mengulanginya tanpa disadarinya. Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.
…Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman…
Jika kita mencela segala hal, maka kita tidak akan menemukan sesuatu yang tidak kita cela. Melakukan kesalahan adalah hal lumrah yang hanya membutuhkan pelurusan, pengarah, dan petunjuk, yang dibarengi dengan sikap penyesalan dan keinginan untuk berubah lebih baik. Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman. Yakinlah bahwa seseorang tidak akan kehabisan cara yang sesuai untuk mengoreksi kesalahan dan penyimpangan pasangannya. Jalan terbaik dalam hal ini adalah nasihat yang tenang dan membuat pasangannya merasa bahwa hal itu adalah untuk kebaikan diri dan keluarganya.
8. Berterus-terang
Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.
9. Kepedulian dan solidaritas
Bagian fragmen terindah kehidupan rumah tangga adalah kepedulian dan solidaritas yang dilakoni suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran dan perjuangan luar biasa. Tatkala istri berdiri di samping suaminya, maka suami akan merasa kuat dan penuh percaya diri, begitu juga sebaliknya. Ketika istri atau suami merasakan bahwa pasangannya merasa kuat dan percaya diri, maka dia akan merasa jiwanya diliputi kedamaian dan ketenteraman. Sisi ini pada kenyataannya merupakan esensi pernikahan dan integrasi batin di antara kedua belah pihak.
10. Kearifan
Kearifan satu sama lain –hingga pada situasi yang paling suram— membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan. Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu. Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi keukeuh mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.
…masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi…
Ketika dia mundur dengan motif kearifan, maka dia berarti melenyapkan aroma konflik dan perselisihan. Namun jika sikap mau menang sendiri dan superioritas negatif menggantikan posisi kearifan, maka kedamaian dan kemapanan kehidupan rumah tangga akan tercederai. Jika demikian, tak heran jika masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi. [ganna pryadha/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/artikel/2010/07/10/7969/10-tips-keharmonisan-pasangan-suami-istri/#sthash.BmlTDn9M.dpuf

Sabtu, 15 Maret 2014

RHOMA IRAMA... WAWANCARA DENGAN PROFESOR DANGDUT DARI AMRIKA

PRIA kulit putih itu memetik gitar dan mulai berdendang: "Kering sudah airmataku, terlalu banyak sudah yang tertumpah. Menangis meratapi nasibku, nasib buruk seorang tunawisma. Langit sebagai atap rumahku dan bumi sebagai lantainya."
Tepuk tangan membahana di Komunitas Salihara seiring berakhirnya lagu Gelandangan ciptaan Rhoma Irama itu. Sang vokalis bukan pedangdut sembarangan. Ia “diimpor” dari jauh. Dialah Andrew Noah Weintraub, 50 tahun, profesor musik dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat. Petang itu, akhir April lalu, ia hadir dalam rangka diskusi dan peluncuran bukunya: Dangdut. Musik, Identitas dan Budaya Indonesia yang baru diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Orang Amerika, ahli dangdut, dan bisa menyanyi lagu Bang Haji Rhoma Irama dengan baik. Pasti menarik untuk diajak mengobrol. Maka, begitu diskusi buku itu selesai, kami menghampirinya dan menanyakan apakah dia punya waktu untuk menerima kami dalam bincang-bincang ringan seputar musik ini. Dia setuju, tapi tak di Salihara malam itu. Andari Karina Anom dan Istiqomatul Hayati menemuinya di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, sehari sebelum dia terbang ke Amerika. Petikannya:

Sudah lama suka dangdut?
Waktu itu, tahun 1984, saya pertama kali ke Indonesia, ke Bandung, meneliti gamelan untuk tesis saya. Tak sengaja, saya mendengar lagu Perjuangan dan Doa Rhoma di sebuah radio. Sejak saat itu, saya menyukai dangdut dan lagu-lagu Rhoma. Berburu kaset-kasetnya, mendengarkan terus menerus, kemudian meneliti khusus tentang dangdut.

Kok bisa suka?
Saya mulai cinta dangdut karena bunyi musiknya, karena saya ini datang dari dunia musik: dosen dan pemain musik. Lagu dangdut waktu itu beda dengan sekarang. Populer tapi dianggap kampungan. Belum ada istilah dangdut is a music of my country seperti sekarang. Saya merasa bisa memahami bahasa Indonesia lewat musik dangdut. Liriknya puitis, tapi tidak terlalu rumit.

Sebagai dosen musik, Anda pasti juga mendengar musik India. Lalu, apa bedanya dengan dangdut?
Saya juga belajar musik India. Bunyi tabla dan alat-alat musik India memang ada kesamaan dengan dangdut. Tapi, pengaruhnya tidak hanya datang dari India. Dari segi bunyi, dangdut itu mencampuradukkan musik aneka bangsa: rock, Latin, Arab, dan macam-macam. Tapi dangdut adalah musik Indonesia. Saya bikin notasi transkrip musik, supaya bisa lihat dengan rinci pengaruh rock, pengaruh India apa. Seperti lagu Termenung (dinyanyikan Ellya Khadam) itu identik dengan lagu India.

Itu termasuk plagiasi?
Ada yang bilang begitu. Tetapi musik Bollywood itu juga diambil dari musik Amerika dan lain-lain. Jadi susah untuk dikatakan asli atau tidak.

Maksudnya?
Dangdut itu musik hibrida, dan pada dasarnya semua musik itu hibrida. Orang bikin lagu berdasar musik-musik yang dia dengar. Dangdut itu musik asli Indonesia. Tanpa Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, dan A. Rafiq tidak ada dangdut. Karena mereka orang Indonesia, jadi dangdut adalah musik Indonesia.

Anda kayaknya mengidolakan Bang Rhoma. Kenapa sih?
Rhoma Irama itu seorang genius. Kalau kita bandingkan dengan semua pencipta lagu sedunia, tingkatnya sangat tinggi. Kualitas, keterampilan, semangat dan inisiatifnya sangat tinggi, sehingga sulit dicari bandingan. Lebih dari berapa ratus lagu diciptakan dan dia sudah lama laku dari tahun 1960-an sampai sekarang. Saya rasa, untuk seorang komposer, he’s the best.

Andrew, Anda juga suka pedangdut perempuan?
Suara Ikke Nurjannah sangat bagus. Iyeth Bustami juga. Mereka punya kelebihan vokal dan cengkok yang luar biasa.

Hanya vokal dan cengkok? Bukankah goyang pedangdut perempuan seperti Inul Daratista juga luar biasa?
Sebenarnya Inul bukan (soal) sensualitas. Dia populer karena disiarkan terus menerus di media, terutama telebisi dan video. Goyang ngebor-nya sebenarnya tidak luar biasa kalau dibandingkan penari di Indramayu, Subang dan lain-lain.

Ya, tapi kalau dibandingkan penyanyi dulu, Inul dan kawan-kawan luar biasa.
Dulu pun Elvi Sukaesih dan Ellya Khadam punya gerakan tubuh yang khas. Tapi siaran televisi dan video tidak segencar sekarang. Saya pernah tanya soal Inul sewaktu mewawancarai (almarhumah) Ellya Khadam. Dia senang bahwa Inul jadi populer, tapi dia tak begitu mengakui bahwa Inul itu luar biasa. Menurut saya, Inul bukan simbol erotisme tapi simbol kebudayaan. Tarian seperti itu sudah ada di daerah-daerah (di Indonesia) selama beberapa ratus tahun lebih.

Anda tadi menyebut soal dangdut di Indramayu. Nah, bagaimana Anda melihat dangdut di daerah?
Di daerah ada aliran sendiri-sendiri yang tidak sama dengan dangdut Jakarta. Mereka punya otonomi dangdut sendiri. Indonesia punya banyak suku, etnis dan kelompok budaya. Itu bisa jadi konflik, bisa juga jadi persamaan. Kita bisa mengerti orang lain melalui musiknya. Kalau kita sudah lihat (musik dangdut daerah), baru kita mengerti.

Waktu melakukan penelitian ke daerah-daerah, diajak dangdutan juga?
Ya. Bahkan waktu di Medan, saya datang ke pesta perkawinan yang ada panggung dangdut. Saya diajak menyanyi di panggung, dan orang-orang malah minta berfoto dengan saya. Ha-ha-ha.

Dangdut enak dinyanyikan dan dibuat goyang. Kalau untuk diteliti, apa mengasyikkan juga?
Musik dangdut patut diteliti karena menyangkut kelompok marjinal--karena mereka yang menjadi subyek lagu-lagu dangdut. Tanpa dangdut, 30-40 tahun lalu, mungkin kita tak mengerti kehidupan mereka. Misalnya, lagu Gelandangan. Kita baca teksnya, kita menyanyi, kita bisa mengerti kehidupan dan perasaan mereka.

Jadi, apa yang khas dari lirik lagu dangdut?
Lirik lagu dangdut itu seperti blues, sangat melankolis tapi masih penuh dengan harapan. Saat mendengar lagu itu, hati kita juga terkena, karena liriknya sangat langsung. Seperti lagu Cinta Sampai di Sini (ciptaan Dadang S, dinyanyikan Mansyur S): "Barulah sekarang aku menyadarai, cintamu padaku setipis kulit ari." Sangat puitis dan sangat susah membuat lirik seperti itu.

Serius sekali pandangan Anda. Tapi, apakah dalam dangdut lirik sangat penting?
Saya tanya kepada Mansyur S soal lirik, dia bilang lirik tidak penting, yang penting joget saja. Tapi menurut saya, dia menjawab begitu karena liriknya pernah dilarang. Kalau lirik tidak penting, mengapa pencipta lagu memilih kalimat atau lirik tertentu untuk sebuah lagu? Dalam lirik biasanya ada double meaning yang disembunyikan karena (pencipta lagunya) tidak mau bicara sesuatu secara langsung. Yang menarik, mau liriknya senang atau pedih, orang bisa berjoget karena musiknya tetap riang.

Apa perbedaan musik dangdut dulu dan sekarang?
Dulu, orang mementingkan suara karena hanya mendengar, sekarang karena sudah muncul di TV, visual menjadi penting. Juga sensasi.

Sensasi seperti apa?
Penyanyi seperti Jupe dan Ayu Tingting mendapat banyak perhatian karena sensasi. Selain itu ada banyak gaya dangdut yang baru yang tidak diperhatikan. (Banyak) orang terobsesi dengan dangdut yang porno, vulgar dan seronok, padahal tidak juga. Itu tergantung kita.

Di Amerika masih bisa dangdutam?
Tahun 2007, saya pulang ke Amerika dari (program beasiswa) Fullbright untuk belajar dangdut selama enam bulan di Bandung International School. Saya mencari teman-teman di kampus yang tertarik dengan musik “aneh” ini. Saya berhasil mengajak profesor sastra Inggris, pemimpin Perpustakaan Shakespeare di Washington DC, pemimpin Departemen musik di University Of Pittsburgh, dan seorang vokalis perempuan dari jurusan biologi—untuk membentuk Dangdut Cowboys.

Tampil di mana saja?
Di kampus, di KBRI, di acara konser musik, di pub dan kafe, di mana saja. Kami mencampur dangdut dan country.

Bagaimana reaksi penonton di Amerika?
Biasanya mereka tertarik karena beat-nya. Ada juga yang tertarik karena belum pernah dengar lagu “aneh” seperti ini. Bahasanya juga mereka tidak mengerti. Tapi karena musiknya enak dan meriah, lama-lama mereka menikmati juga.

Prestasi terbesar Dangdut Cowboys?
Bisa tampil sepanggung dengan Rhoma Irama dan Soneta Group di KBRI tahun 2008.

ANDARI KARINA ANOM | ISTIQOMATUL HAYATI

PRESTASI-PRESTASI RHOMA IRAMA

BERIKUT ADALAH PRESTASI YANG TELAH DI PEROLEH RHOMA IRAMA (RAJA DANGDUT ) SEPANJANG KARIRNYA 


1. Tahun 1971, juara I lomba menyanyi tingkat ASEAN di Singapura,
2. Agustus 1985, majalah Asia Week edisi XVI menempatkan Rhoma Irama sebagai Raja Musik Asia Tenggara, setelah memuat liputan pertunjukan Soneta Group di Kuala Lumpur,
3. Tahun 1992, Rhoma mendapatkan pengakuan oleh dunia musik Amerika, saat majalah Entertainment edisi Februari tahun tersebut mencantumkannya sebagai The Indonesian Rocker,
4. Akhir April tahun 1994, Rhoma Irama menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Mr. Tanaka dari Life Record Jepang di Tokyo. Sebanyak 200 buah judul lagunya akan direkam ke dalam bahasa Inggris dan Jepang, untuk diedarkan di pasar Internasional. Rencananya lagu-lagu tersebut akan dibuat dalam bentuk laser disc (LD) dan compact disc (CD),
5. 16 November 2007 Rhoma menerima penghargaan sebagai “The South East Asia Superstar Legend” di Singapura,
6. Bersama Elvie Sukaesih mendapatkan penghargaan dari Museum Dunia Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori Raja dan Ratu Dangdut Indonesia,
7. 23 Desember 2007 Rhoma menerima Lifetime Achievement Award pada penyelenggaran perdana Anugerah Musik Indonesia (AMI) Dangdut Awards,
8. Album Begadang masuk dalam 150 Album terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stones. Pada edisi lain, majalah Rolling Stones Indonesia kembali memasukkan nama Rhoma Irama ke dalam 25 artis Indonesia terbesar sepanjang masa bersama dengan Bing Slamet, Ismail Marzuki, Koes Plus, Bimbo, dan lain-lain. Rhoma Irama adalah satu-satunya artis Dangdut,
9. Rhoma telah menciptakan 500 lebih lagu Dangdut, sekaligus memperoleh predikat pencipta lagu Dangdut terlaris,
10. Mendapatkan gelar Professor Honoris Causa dalam bidang musik yang diterimanya dari dua universitas berbeda, yaitu dari Northern California Global University dan dari American University of Hawaii, keduanya dari Amerika,
11. Nama Rhoma Irama diabadikan sebagai nama piala untuk 6 kategori permainan instrumen musik Dangdut,
12. Berdasarkan hasil survey yang diadakan oleh Reform Institute 2008, menempatkan Rhoma di atas penyanyi maupun grup-grup band saat ini, seperti: Ungu, Peterpan, Iwan Fals, maupun Dewa 19,
13. Dan Sebagainya. (Masih banyak lagi prestasi yang ia dapatkan)
Di lihat dari prestasi-prestasi yang diukir oleh Bang Haji itu telah cukup jelas, keterkaitan Rhoma dengan perkembangan musik dangdut, adalah sebuah bentuk satu kesetuan. Jasa dan pikirannya sudah banyak memengaruhi dan mengawal secara konsisten kemajuan musik dangdut, hal tersebut sudah tidak lagi bisa dielakan oleh siapapun. Perjuangannya dalam menaikan pamor musik dangdut memerlukan proses yang tidak pendek. Kalau kita tengok awal karir Rhoma yaitu pada tahun tujuh puluhan “Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya“. Mulai inilah nama Rhoma Irama melejit bak roket, tak ada yang bisa menahan laju “kemasyhurannya”. Seiring kemajuan namanya, musik dangdut pun tak luput menjadi perhatian atau sorotan sebuah perkembangan genre musik baru, masa transofmasi musik dangdut ditangan Rhoma sangat cepat. Oleh karena itulah, dengan berkat bang haji musik dangdut tidak lagi termajinalkan seperti sedia kala.
Bersama Soneta Group, Rhoma sukses merombak citra musik dangdut (orkes melayu), yang tadinya dianggap musik pinggiran menjadi musik yang layak bersaing dengan jenis-jenis musik lainnya. Keseluruhan aspek pertunjukan orkes melayu dirombaknya, mulai dari penggunaan instrumen akustik yang digantinya dengan alat musik elektronik modern, pengeras suara TOA 100 Watt yang diganti dengan sound system stereo berkapasitas 100.000 Watt, pencahayaan dengan petromaks atau lampu pompa digantinya dengan lighting system dengan puluhan ribu Watt, begitu juga dengan koreografi serta penampilan yang lebih enerjik dan dinamis di atas panggung. Kesuksesannya bersama Soneta untuk merevolusi orkes melayu menjadi dangdut itulah yang menyebabkan seorang sosiolog Jepang, Mr. Tanaka, menyatakan Rhoma sebagai “Founder of Dangdut“.
Nama dangdut sendiri yang tadinya merupakan cemoohan atas musik orkes melayu berdasarkan suara gendangnya, justru diorbitkan Rhoma Irama pada tahun 1974 dengan menjadikannya sebagai sebuah lagu: Dangdut (yang kini lebih populer dengan nama Terajana). Rhoma juga semakin mengukuhkan predikat dangdut sebagai musik yang bisa diterima semua kalangan lewat lagunya “Viva Dangdut” yang dia ciptakan tahun 1990.
Bergesernya waktu adalah bagian dari proses transformasi dangdut yang di usung oleh Bang Haji, dalam perkembangan insting musiknya Rhoma mulai mengubah gaya dangdut menjadi semakin lebih halus, santun, dan bijaksana. Dangdut bukan hanya dijadikan sebagai ladang bisnis atau hanya cuman sekedar mencari nama saja. Tetapi, di tangan Rhoma dangdut dioprasionalkan untuk alat dakwah juga. Dakwah dan Syiar Islam merupakan pijakan dasar Rhoma dalam berdakwah melalui musiknya. “Sound of Moselem” menjadi konsep dasar Rhoma. Sukses mengangkat derajat dangdut dengan gaya Rhoma yang lama. Bersama Soneta Grup waktu itu Rhoma gencar-gencaran meluncurkan album yang bernuansa dakwah. Tetapi, tetap saja walaupun lagu-lagunya banyak “diselipi” aroma agama, lagu-lagu Rhoma pada saat ini terus bertahan menduduki tangga lagu pertama, dan sosok Rhoma malah semakin fenomenal. Rhoma percaya bahwa musik bukanlah sekedar sarana untuk hura-hura belaka, namun merupakan sebuah pertanggungjawaban kepada Tuhan dan manusia, dengan kekuatan untuk mengubah karakter seseorang, bahkan karakter sebuah bangsa. Dalam misi dakwahnya itu, bukan saja melalui jalur musik ia mencoba memperkenalkan agama, namun ia juga terjun dalam dunia perfilman. Sebagai bukti pada tahun 1991 film yang Berjudul “Nada dan Dakwah”, adalah bentuk dari perjuangan Rhoma untuk terus konsisten dalam mengkolaborasikan musik, film, dan nilai-nilai moral yang tertanam pada religiusitas. Lewat “Nada dan Dakwah”, Rhoma juga mendapatkan nominasi aktor pemeran utama terbaik untuk FFI 1992.
Terkadang Rhoma berseberangan dengan pemerintah saat melakukan kritik sosial untuk menggugat kebijakan yang dianggapnya kurang sesuai dengan kaidah agama, seperti legalisasi Porkas dan SDSB. Lagu-lagu seperti “Pemilu” dan “Hak Asasi” (1977), “Sumbangan” dan “Judi” (1980), serta “Indonesia” (1982) sarat kritik dan sentilan, sehingga dia sempat diinterogasi pihak militer di era Orde Baru, dan dicekal tampil di TVRI selama 11 tahun lamanya. Rhoma juga pernah duduk sebagai wakil rakyat dalam DPR. Untuk membuat syiar dan dakwahnya lebih efektif, dia menggandeng partai-partai politik yang punya jalur, jangkauan, serta akses yang luas. Rhoma juga berpartisipasi aktif dalam menggunakan jalur politik untuk syiar dan dakwah, dengan turut mengusulkan beberapa butir Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUUPP) ke DPR.
Rhoma tidak hanya mencurahkan perhatiannya pada dakwah dan syiar, tapi dia juga peduli dengan nasib sesama musisi, terutama mereka yang berkecimpung dalam dunia Dangdut. Dia mendirikan PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia) dan menjabat sebagai Ketua Umumnya. Dia juga memimpin pendirian AHDCI (Asosiasi Hak Cipta Musik Dangdut Indonesia) untuk memperjuangkan hak atas pembagian royalti yang lebih baik untuk para pencipta musik Dangdut.
Dalam perkembangan musik dangdut Indonesia, Rhoma mulai berbenturan dengan musisi-musisi dangdut lainnya. Konflik Bang Haji dengan Inul Daratista sebagai gambaran kegelisahan Rhoma, karena Rhoma beranggapan bahwa apa yang dipertunjukan oleh inul itu Bukanlah dangdut, tetapi “porno“. Dengan permasalahan itu dan berbagai hiruk-pikuk dangdut yang ada Rhoma beranggapan musik dangdut telah tercemari oleh limbah-limbah, sehingga kemajuan atau aliran musik dangdut semakin terhambat. Sebagai bukti bisa kita liat sendiri, musik dandut pada sekarang ini kalah pamor dengan aliran-aliran musik lainnya. Apalagi saat ini para musisi dangdut, bukan kualitas lagu yang ia tonjolkan, melainkan ekspresi goyangan di atas panggung. Jadi bisa dikatakan, ketika seorang penyanyi dangdut tidak punya goyangan yang khas, maka kemungkinan untuk eksis dia kecil.
Sungguh kemunduran yang sangat jauh, yang awal mulanya dangdut adalah lahan bagi para insan kreatif, penuh makna, dan pesan-pesan moral. Tetapi sekarang ini dangdut telah menjadi lahan maksiat. Mungkin di situlah bedanya Rhoma dengan musisi dangdut yang ada sekarang. Kemampuan, kemahiran, dan keahlian Rhoma adalah tonggak utama yang ia pakai dalam merubah musik dangdut. Bukan karena adanya embel-embel terntentu, itu murni dari ketangkasan yang ia miliki. Akhirnya genre musik yang ia usung menjadi sebuah alunan musik yang nikmat dan “pro rakyat”. Dia benar-benar musisi sejati, tak ada yang bisa menyamai namanya. Sampai sekarang pun Rhoma tetap eksis dengan karya-karyanya. Tidak dapat disangkal sosok jenius ini telah menciptakan lebih dari 500 lagu, dan sampai sekarang dia memperoleh predikat sebagai pencipta lagu terlaris, di setiap even-even dangdut lagu Rhoma selalu berkumandang
-D TETAP JAYA MUSIK DANGDUT

SEPUTAR RHOMA IRAMA & SONETA GROUP

Sekilas DATA dan FAKTA seputar Rhoma Irama dan SONETA GROUP 
 
1. 1. Artis/group musik terlama di Indonesia bahkan mungkin didunia
(Dirikan secara resmi 11 Desember 1970)




2. 2. Artis/group di dunia yang paling banyak memiliki album soundtrack film
(total Soneta telah mengeluarkan 25 album soundtrack film, dimulai sejak tahun 1976 untuk soundtrack film “Penasaran” hingga tahun 2011 untuk soundtrack film “Sajadah Ka’bah”, minus film “Dawai 2 Asmara”) ;
3. 3. Artis/group di dunia yang paling banyak merekam lagu-lagu duet ;
( mulai dari duet bersama Elvy Sukaesih, Rita S, Noer H, Riza Umami, Ida Royani, Camelia Malik hingga Toh Puan Noor dari Malaysia) ;
4. 4. Artis/group music Indonesia yang pertamakali mengeluarkan album rekaman pertunjukan live di luar negeri ;
(kaset pertunjukan di Malaysia Juni 1992 dan VCD rekaman pertunjukan di Brunei Darussalam tahun 2001)
 
5. 5. Artis/group music pertama di Indonesia yang memiliki peralatan panggung sendiri ;
(sejak tahun 1983 SONETA sudah memiliki peralatan panggung termasuk sound system dan lighting dengan total berat keseluruhan mencapai 15 Ton. Panggung SOneta adalah satu-satunya panggung yang berbentuk kubah/rumah keong dengan panjang 55 meter dan lebar 12 meter)
6. 6. Artis/group musik di Indonesia yang paling banyak diplagiat/ditiru ;
(mulai dari gaya bicara, bentuk rambut dan jenggot, pakaian hingga aksi panggung Rhoma Irama dan Soneta ditiru banyak musisi seperti : Mara Karma dengan Kharisma, Nano Romanza dengan Rolista, Uci Marshal dengan Sanita, Arjuna dengan Samba, Imron Sadewo dengan Moneta, begitu juga dengan Iin Batara, Asep Irama, Nadi Baraka, dan puluhan peran dalam sinetron maupun tayangan hiburan lainnya yang menirukan sosok Rhoma Irama dan Soneta)
7. 7. Artis/group music di Indonesia yang lagu-lagunya selalu dibawakan disetiap pertunjukan music dangdut dimanapun juga ;
( 80% lagu yang dibawakan pada setiap pertunjukan music dangdut adalah lagu Rhoma Irama dan Soneta)
8. 8. Artis/group music yang pertamakalinya mewakili Asia dalam World, Music and Dance Festival (WOMAD) ;
(Soneta tampil di WOMAD 1992 di Tokyo Jepang)
9. 9. Artis/Group music di dunia yang memiliki lagu dengan tema paling komplit, mulai dari bayi dalam rahim (“Kandungan dan 9 bulan”) hingga meninggal dunia (“Sebujur Bangkai dan Kemaian”) bahkan sampai hari akhir (“Kiamat dan Hari Berbangkit’)
10.10, Artis/group music di Indonesia satu-satunya yang memiliki lagu-lagu yang cocok untuk dibawakan pada setiap hari Besar Nasional, seperti :
a. Hari Kemerdekaan : 200 juta, Stop, Indonesia, Hak Asasi, Perjuangan dan doa, dll
b. Hari Ibu : Keramat, Kelana, 9 Bulan, dll
c. Hari Sumpah Pemuda : Kawula Muda, Generasi Muda, Pembaharuan,
d. Hari Pendidikan Nasional : Masa Depan, Pantun pinuntun, Bismillah
e. Hari Buruh : Persaingan, 1001 macam
f. Dll
11. 11. Artis/group music di Indonesia yang paling banyak memiliki album kompilasi ;
(Mulai dari album Syahdu volume 1-24, Kisah Cinta 1-19, Karya Besar Rhoma Irama, Fans Fanatik Rhoma Irama volume 1-8, Album Sukses Rhoma Irama volume 1-8, dll. Album2 tersebut diedarkan oleh berbagai macam label yang berbeda-beda, mulai dari SKI, Wilhan, Blackboard, dll).
12. 12. Artis/group music Indonesia pertama yang menyertakan lirik lagu dalam sampul kaset ;
(album “Begadang” adalah kaset pertama di Indonesia yang menyertakan lirik lagu pada sampul kasetnya).
13. 13. Artis/group music yang memecahkan rekor penonton terbanyak untuk penampilan tunggal ;
(18 Agustus 1985 pertunjukan tunggal Soneta di Parkir Timur SEnayan dihadiri lebih dari 100 ribu penonton, bandingkan dengan pertunjukan Rock Merah Putih ditempat yang sama dihadiri oleh 100 ribu penonton tetapi menampilkan lebih dari 40 group music ataupun pertunjukan Kantata Taqwa tahun 1989di Stadion Utama Senayan yang dihadiri 100 ribu penonton tetapi juga menampilkan Anggun C Sasmi, Nicky Astria dan Fariz RM)

14. 14. Artis/group music Indonesia yang paling banyak memiliki lagu-lagu hit ;
(lebih dari separoh lagu-lagu Soneta menjadi lagu-lagu hit hingga saat ini)
15. 15. Artis/group music didunia yang judulunya bias diubah-ubah sesuai jumlah penduduk Indonesia ;
(judul awal saat dirilis tahun 1976 adalah 135 juta, pada pertunjukan Indonesia Musik Festival Juni 1995 dibawakan dengan judul 165 juta, pada pertunjukan Pagelaran Semarak dangdut Agustus 1995 dibawakan dengan judul 185 juta hingga akhirnya pada tahun 1997 direkam ulang dengan judul 200 juta)
16. 16. Dan masih banyak lagi yang lainnya…………… 
P
PPerjalanan Seorang Bintang (1): Saya Samarkan dengan Rhoma
Kesibukan meningkat di ferry, antara pelabuhan Merak-Bakauheni. Satu bis berlu pengamanan khusus dari serbuan penggemar. Rhoma Irama bersama Sonetanya dalam perjalanan ke Bandarlampung, menyusul perlengkapan yang sudah berangkat dua hari sebelumnya, berupa iring-iringan sepuluh truk dan dua diesel. "Perjuangan ini harus didukung ritme," ujar Rhoma.
Ini (seperti biasanya) merupakan awal dari pagelaran Soneta yang selalu berkesan akbar. Sementara dangdut Soneta, seperti dikatakan Rhoma, meskipun berakar dari musik Melayu, tapi meninggalkan sifat terlalu gemulai. Pada Soneta yang menonjol ialah hentakan, dan penuh gairah.
Yang diboyong oleh konvoi truk itu sound system, peralatan musik, dan panggung ketika dipasang di lapangan bola di Tanjungkarang berukuran dari ayap ke sayap kanan dan kiri 55 meter. Sayap-sayap panggung untuk dudukan loud speaker berkekuatan 30.000 watt. Ini seperti digunakan Deep Purple, sepuluh tahun lalu. Belum lagi tata cahaya, di mana Rhoma katanya menanamkan investasi di lampu-lampu antara 100 juta dan 200 juta rupiah.
Sedangkan mengenai kata perjuangan, ritme, inilah Soneta. Mereka tidak meratap menyayat, melainkan menhentak, menggebrak dengan ajakan-ajakan langsung dan dakwah. Meskipun ini dangdut, tapi seorang Rhoma tak perlu lagi berlenggak-lenggok. Dia mengepalkan tangan, menuding, sesekali menghentakkan kaki.
Terlebih lagi bentuk lagu, musik, memang sudah sedemikian rupa. Penuh sentakan, digarisbawahi alat-alat tiup, bahkan kini di timpani yang dipukul menggebu. Ini semua mencuatkan kesan unik, apalagi diletakkan di konteks musik Indonesia. Sementara semua jenis musik Indonesia, bahkan yang berbendera rock jatuh dalam kecengengan begitu mecipta lagu sendiri. Rhoma dengan Soneta, bergerak dari musik gemulai bergaya luas, bahkan keras.
Dan di hadapannya, seperti di Tanjungkarang tanggal 12, 13, 14 Juli 1985, setiap malam lebih dari 40.000 penonton bergemuruhkan tepukan, sesekali ikut berteriak-teriak.
Puluhan ribu penonton, kadang harus ada yang tergencet mati seperti di Surabaya beberapa tahun lalu, itulah penggemar Rhoma. Pertunjukan di Tanjungkarang dilimpahi penonton yang juga mengaku berasal dari daerah lain seperti Metro di Lampung Tengah, atau Kotabumi di Lampung Utara, serta pelosok-pelosok lain.
Pada massa seperti menjadi sasaran musiknya ini (sering disebut sebagai "kelas bawah"). Rhoma berdiri bukan melulu sebagai penghibur. Aura lain darinya ialah simbol moralitas agama dengan sifat agak formalistik.
Bahasa lagunya lurus. Lihat seperti salah satu lagunya. Modern ... tak sembahyang bukan modern, tapi suatu keingkaran/urakan bukanlah modern, bahkan nyaris seperti hewan.... Atau yang lain, seperti lagu Emansipasi Wanita? yang terasa sugestif. Petikan syairnya: ... majulah wanita, giatlah bekerja, namun jangan lupa, tugasmu utama/apa pun dirimu, namun kau adalah ibu rumah tangga....
Dengan lagu-lagunya (nantinya juga dengan gaya kesehariannya) Rhoma Irama telah menunjukkan sikap yang jelas, posisinya yang jelas yakni juru bicara kelas bawah, tema lagu, sampai bahasa yang pas untuk publiknya.
***
Itu semua tak lain, memang sudah sejak awalnya. Pemusik-pemusik Soneta berkumpul sejak tahun 1971. Yaitu ketika dangdut (kelahiran kata itu sendiri) dilecehkan. Tapi Rhoma yang waktu itu masih bernama Oma Irama, menerima istilah tersebut dengan sikap bangga. Pada gilirannya ketika dangdut berjaya, suka atau tidak, semangat anti-elitisme telah melekat di dangdut.
Dan dia memperoleh gelar seperti film yang pernah dibintanginya, Raja Dangdut (1977).
***
Akhirnya Oma Irama bermain penuh pada peran yang melekat padanya. Soneta resmi didirikan tanggal 13 Oktober 1973. "Saya beli alat satu per satu. Pertama kali hanya punya tifa. Kemudian beli gitar melody, bas, sebelum berkembang seperti sekarang," tuturnya.
Tapi selain peningkatan investasi material itu, tak kalah penting citra yang terus dibangun. Sementara pamor Soneta kian terang.
Sepulang naik haji tahun 1975, Oma muncul dengan dandanan lain. Rambut tidak lagi gondrong, namun dicukur rapi. Muka juga klimis, dengan tetap menyisakan jenggotnya. Namanya pun ditambahi awalan R (raden), H (haji) menjadi Rhoma Irama. Raden itu katanya punya asal kata roaddin, artinya melihat agama, atau pengetahuan agama.
"Saya adalah roaddin. Konsekuensi orang yang mau pakai roaddin itu harus suka agama. Maka setelah naik haji saya tak ragu. Meski itu tak mau saya tonjolkan, saya samarkan dengan Rhoma," katanya.
Musik kelas bawah, agama, tak pelak lagi. Rhoma yang telah memberi terobosan baru pada musik Melayu dengan mengambil saripatinya lantas menggabungkan dengan rock, kokoh posisinya. Fanatisme penggemar mungkin bukan melulu atas citranya sebagai penghibur, tapi juga tokoh agama. Kharisma ini masih dibelit-belit lagi dengan faktor lain, di antaranya ketika Rhoma terjun berkampanye politik mendukung PPP pada pemilu 1977 dan 1982. Sebagai pengumpul massa waktu itu, kekuatannya boleh jadi sepuluh kali lipat Ridwan Saidi, Naro, Sudarji atau sebut siapa saja tokoh PPP.
Maka, suatu saat, wartawan dari AS dari TV National Geography, ketika ingin menulis tentang Jawa pun ingin dikenalkan dengan Rhoma Irama, Michael Jackson Indonesia katanya. Tapi bukan. Rhoma bukan Michael, dia fenomena yang lebih luas dari penghibur....
***
Atau toh jika cap bandrol Rhoma tetap penyanyi, penghibur, maka Rhoma paling sedikit menentukan jalur, sikap serta posisi, yang boleh dikata paling pasti dibanding pemusik-pemusik Indonesia lain. Pada lirik lagu misalnya, sejak album Begadang telah seperti hendak dijelaskan, di mana Rhoma berdiri, kelompok mana yang diwakilinya.
Bagi mereka yang punya uang, berdansa-dansi di night club/bagi kita yang tak punya uang, cukup berjoget di sini.... Kadang juga dengan gaya penolakan, yang terasa makin kokoh, keterikatan Rhoma dengan publiknya. Misalnya dari album Gitar Tua, ... Bagi pemusik yang anti-Melayu, boleh benci jangan menggangu/biarkan kami mendendangkan lagu, lagu kami lagu Melayu....
Kejelasan tema, kejelasan pengungkapan, sekaligus posisi yang diambilnya, mungkin itu yang menyebabkan Rhoma begitu diterima, kelompok kelas bawah tersebut. Bandingkan dengan misalnya Guruh Soekarnoputra atau tariklah misalnya sampai Leo Kristi. Dua nama itu yang satu dengan gaya elitis, yang lain dengan gaya trubador yang merakyat, boleh dikata semangat kerakyatannya berarti sudut pandang rakyat biasa. Itu lebih untuk "mengajari" kalangan elit atau juga menengah ke atas, tentang masalah-masalah "kelas bawah".
Rhoma lain. Musiknya berakar dari kelas bawah, bersuara dengan cara kelompok yang diwakilinya, di setiap pertunjukan penonton dengan fasih menirukan lagu-lagunya.
Ditopang oleh semua itu pula, Rhoma membangun kebesaran sah dan diterima. Unit-unit usahanya selain berupa hiburan musik itu, juga studio rekaman Soneta Record, dan perusahaan film Rhoma Film.
Setiap kali, penampilan akbar Rhoma Irama bersama Soneta, mendapat sambutan hangat. Ketika Rhoma mengucapkan salam khasnya, Assalamu'alaikum, seperti bergetar lapangan di Tanjungkarang dengan ucapan balik, "Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh". BERSAMBUNG
Harian Kompas, 20 Juli 1985, Sumber : Ahmad Abdul Haq

Perjalanan Seorang Bintang (2): Rhoma, Sebuah Dinasti

Pada mulanya, Oma Irama seorang pemuda desa. Dia bercinta dengan Ani, namun mendapat tantangan keras dari ayah sang gadis. Dalam pandangan ayah Ani, Oma adalah hanya pemuda malas, kampungan, melarat.
Akhirnya Oma meninggalkan desanya. Dia ke Jakarta untuk mengembangkan bakatnya dalam bermusik, sekaligus untuk mebuktikan pada ayah Ani, dia tidak seburuk yang diduga. Di Jakarta ini pula, melalui penampilan di Jakarta Fair, Oma memanjat tangga yang mengantarkannya menjadi bintang terkenal. Dan dengan lapang hati, ia memaafkan ayah sang gadis.
Lalu? Suatu batas yang kabur, antara realitas seorang Oma Irama yang lantas menjadi Rhoma Irama, dengan citra yang terbentuk atas dirinya di layar putih, panggung. Kisah di atas diambil dari film pertamanya, Oma Irama Penasaran (1976). Film-filmnya kini telah 16 Judul, selalu menampilkan dirinya sebagai Oma, orang baik-baik, pahlawan untuk keseluruhan cerita.
Pada Rhoma seorah hendak disatukan antara realitas dengan fantasi, impian. Dan ini yang mengaksetuasi sosok keseluruhannya, sebagai pahlawan kelas bawah.
Kisah pribadinya sendiri, bertema remaja jalanan yang berkeliaran di bilangan Tebet, sebelum sukses seperti sekarang.
Rhoma lahir di Tasikmalaya Rabu, 11 Desember 1946, putra kedua dari dua belas bersaudara. Ayahnya seorang tentara, Rd Burhah Antawirya, meninggal dunia tahun 1958 ketika Rhoma masih kelas V SD. Pindah ke Jakarta bersama keluarga, Rhoma bersekolah sampai perguruan tinggi, yakni di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus.
Tak sampai selesai, sejak SMA sekolahnya memang sudah terbengkelai karena kegemarannya bermusik. Hanya tadinya ia lebih pada lagu-lagu pop dan rock barat, sebelum akhirnya beralih ke musik Melayu. Sementara di akhir 1960-an itu, agaknya juga momentum yang cukup, untuk alternatif lain di luar pop dan rock barat, yang melaju pesat begitu kendali Orde Lama putus.
Tahun 1968 dia bergabung dengan Orkes Melayu Purnama, di sini bertemu Elvy Sukaesih yang dalam beberapa hal telah mengembangkan satu zat lain pada irama Melayu. Mungkin terkesan di sini, berikut kemungkinan merangkul publik lebih luas, Rhoma bertekad melakukan semacam pendekatan baru pada dangdut.... "Dangdut dipandang dengan sebelah mata. Ini menjadi cambuk bagi kami. Dan kita bertaktik, karena waktu itu rock yang diterima. Kita pelajari keistimewaan rock. Yaitu dinamis, kapasitas stroom, lighting gemerlapan," kata Rhoma Irama.
Maka sejak 13 Oktober 1973 itulah berkibar panji-panji Soneta, dengan personil sekarang selain Rhoma (gitar melody), juga terdiri: H. Riswan (keyboard), H. Wimpy (gitar), H. Popong (bas), H. Afif (drum, gendang), H. Hadi (suling bambu), H. Nasir (mandolin), H. Ayub (tamborin, perkusi), Farid (saxophone), Dadi (terompet), dan Yanto (saxophone).
Pada perkembangannya seperti sekarang, Soneta merupakan kelompok dengan perlengkapan lampu, tata suara, bahkan sampai panggung terlengkap di Indonesia. Di pentas, dengan busana gemerlap, seperti lars, asap es kering, konfigurasi menyala bertulis Soneta, hadir Soneta seperti dongeng 1001 malam, mereka sajikan impian....
***
Dengan sukses Soneta, waktu itu Rhoma tinggal di bilangan Kebon Baru Tebet, yang dari luar kesannya seperti kastil. Dia tinggal bersama isteri yakni Veronica yang dinikahi tahun 1972, berikut tiga putra yaitu Debby (13), Fikri (9) dan Romy (8). Tapi itu berakhir dengan perceraian sekitar Mei tahun ini, setelah sekitar setahun sebelumnya Rhoma menikah dengan Ricca Rachim. Apa kata Rhoma mengenai ini?
"Saya sadar sebagai milik masyarakat. Harus berbuat sesuai dengan norma-norma masyarakat. Tapi ada hal yang amat prinsipil yang masyarakat tidak tahu, mengapa saya harus cerai dan kawin lagi. Kecamlah saya, tapi jangan dua wanita ini. Ini pertanggungjawaban saya," ujar Rhoma dalam.
***
Mau ke manakah sang bintang ini? Adakah peristiwa yang berhubungan dengan rumah tangganya itu bakal berpengaruh pada kariernya?
Rhoma menjawab dengan mengutip ayat-ayat Al-Quran. "Sehingga pada hakikatnya ada daya manusia. Saya tak pernah memikirkan karier saya. Saya serahkan pada Allah. Apa yang saya miliki dari Allah. Dan hanya Allah yang bisa mengambil," jawab Rhoma.
Yang dimiliki Rhoma saat ini agaknya bisa berarti, kebesaran yang tampaknya belum surut. Pertunjukan seperti di Tanjungkarang itu salah satu bukti. "Pertunjukan ini berat. Di satu tempat, tiga malam berturut-turut. Beratnya, bisakah menyedot penonton memenuhi lapangan setiap malam. Pertunjukan kami biasanya semalam atau paling dua malam," kata Rhoma serius di meja makan, sebelum dijemput menuju tempat pertunjukan.
Dan Rhoma bisa. Hanya Rhoma Irama mampu mengumpulkan massa setiap malam dengan sekitar 40.000 penonton, memenuhi lapangan bola.
Dalam perjalanan menuju lapangan, bis yang ditumpangi rombongan Soneta terpaksa merambat pelan dengan pengawasan ketat polisi. Massa menunggu du jalan yang hendak dilewati, melambai-lambaikan tangan.
Pengawalan ketat, kadang berbau protokoler, juga menjadi keseharian Rhoma. Seorang manajer, sekretaris, tak ketinggalan pengawal pribadi seorang jago silat Cimande, mendampingi Rhoma. Dalam perjalanan keluar semacam ke Tanjungkarang, masih ditambah lagi pria yang selalu berada di dekat Rhoma, mengenakan jaket hitam dengan pinggang seperti ada benda menonjol. Manajer Rhoma, H. Benny Muharram kakak tertua Rhoma, juga selalu disertai pengawal tinggi besar. Isteri Rhoma, Ricca Rachim, disertai sekretaris pribadinya sendiri.
Ini semua, berikut latar belakang di mana Rhoma menaungi hidup banyak orang melalui usaha pertunjukan musik bersama Soneta, lantas Soneta Records serta Rhoma Film mengesankan Rhoma mirip "bapak pelindung". Dari semua unit usahanya, paling sedikit 70 tenaga kerja berlindung pada Rhoma.
Dengan kebesaran itu, keluarga besar Rhoma Irama lantas seperti sebuah dinasti. Menurut Rhoma sendiri, ibundanya masih memiliki jalur sedarah dengan Pangeran Jayakarta. "Pangeran Jayakarta, kakak yang keberapa begitu," tambah Benny Muharram. Sedangkan almarhum ayahnya masih tergolong ningrat Sumedang.
Orang tuanya yang berputra 12 orang, lalu benar-benar menjadi keluarga besar. Cucu dari ibunya kini berjumlah 32 orang. Sering dalam pertunjukan-pertunjukan bisa disaksikan rombongan Soneta memasuki lapangan dengan iring-iringan beberapa mobil. Selain rombongan pemusik, juga turun wanita-wanita berkerudung, anak-anak kecil, inilah keluarga Pak Haji (sebutan Rhoma sehari-hari).
***
Dengan pijakan yang jelas, sikap, sampai lirik lagu yang jelas ditujukan kepada penggemar golongan mana, menjadikan Rhoma dengan kebesarannya tetap menyatu dengan publiknya (kalangan bawah). Identitas Rhoma tetap, semacam pahlawan dari dunia bawah sadar dari publik kelas bawah atas kerinduan-kerinduan kejayaan kalangan ini.
Dangdut oleh kalangan yang melecehkan, dulu diidentikkan dengan kelas bawah, kampungan. Tapi bersama Rhoma dan Soneta, dangdut berjaya. Ini adalah kejayaan identitas kelas bawah, yang kampungan.
Kembali kesibukan di ferry, kapal penyeberang antara pelabuhan Bakauheni-Merak meningkat. Satu bis perlu pengamanan khusus dari serbuan penggemar. Raja dangdut Rhoma Irama dalam perjalanan ke Jakarta, usai pertunjukan di Bandarlampung.
(Tammat)
Harian Kompas, 21 Juli 1985, Sumber : Ahmad Abdul Haq